Pengenalan ASWAJA (Ahlussunah Wal Jamaah)


                       Prolog

Nahdlotul Ulama (NU) merupakan organisasi masyarakat pertama yang mendeklarkan diri sebagai organisasi

yang berlandaskan islam Ahlusunnah WalbegitupunJama‟ juga PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang merupakan anak terbaik NU menjadikan Ahlusunnah wal

Jama‟ah sebagai landasar berfi itu penggalian, penghayatan dan pengamalan islam Ahlusunnah

wal Jama‟ahdilingkunganNU dan PMII harus terus dilakukan karena Ahlusunnahmerupakanwalsebuah ideologiJama‟ah yang menjadi basis/landasan bagi setiap proses berfikir,

berdzikir dan beramal soleh.
Namun sesuaituntutan  zaman, makna Ahlusunnah wal

Jama‟ah (selanjutnya disebut evolusi sehingga dalam setiap masa ada hal-hal baru yang berbeda yang disesuaikan dengan keadaan masa itu. Tapi dari perbedaan itu ada hal-hal yang menjadi ciri khas (karakteristik) bersama orang-orang ASWAJA mulai zaman Nabi sampai sekarang.

Reinterpretasi ASWAJA serta meng-Up Grade nya harus terus dilakukan, karena realitas yang harus disikapi oleh ASWAJA yang dulu dengan yang sekarang itu berbeda. Hal ini menyebabkan pemahaman terhadap ASWAJA sendiri juga harus berbeda, namun tidak keluar dari frame (bingkai)ushul yang dibangun oleh para pendekar ASWAJA dari masa ke-masa.

Tulisan ini akan mencoba menggali bagaimana karakteristik orang-orang ASWAJA, yang mana karakter ini akan menjadi bassic value (Nilai Dasar) bagi pola/metodologi berfikir ASWAJA dalam menyikapi setiap realitas yang ada di zamannya. Kajian sejarah serta doktrin ASWAJA merupakan pra-syarat yang harus dipenuhi untuk mengetahui hal di atas.
Ada dua kajian sejarah yang akan ditampilkan dalam tulisan ini, pertama sejarah Ahlusunnah dalam konteks dunia, kedua sejarah Ahlusunnah dalam konteks Nusantara. Dalam


rangka membaca sejarah Ahlusun menampilkan sekelumit kajian mengenai realitas Arab pra

islam    agar  nantinya  diketahui  suatu  kontinuitas  historis

(kelangsungan sejarah) lahirnya Ahlus Untuk sejarah islam Ahlusunn

Indonesia, saya mengawali dari waktu proses masuknya islam ke Indonesia hingga islam zaman Hadhratussyakh Hasyim

Asy‟ari.

Kajian kedua mengenai doktrin pokok (ushul) ASWAJA yang dibangun oleh para Ulama ASWAJA dari setiap zaman. Mulai dari definisi ASWAJA, pokok pemikiran ASWAJA serta yang lainnya. Selanjutnya penulis akan menampilkan bangunan epistemologinya agar bisa kontekstual untuk saat ini. Oleh karena itu tulisan ini jugaakan menampilkan kajian kritis dari Ulama ASWAJA masa kini dalam rangka me-refresh pemahaman ASWAJA, seperti yang dilakukan oleh K.H. Said Agil Siradj dan K.H. Hamdun Ahmad.

ASWAJA yang saya tampilkan dalam tulisan ini adalah ASWAJA dalam perspektif, artinya ASWAJA yang diyakini oleh warga Indonesia terutama Pesantren, NU dan PMII, bukan ASWAJA nya Ibnu Taimiyyah ataupun kelompok WAHABI.

Dalam tulisan ini sengaja tidak di buatkan footnote, endnote ataupun yang lainnya, agar pembaca dan pengkaji sekalian tidak dipusingkan dengan melihat daftar referensi, juga yang paling penting bagi para pemula dalam mengkaji ASWAJA adalah memiliki keinginan untuk melacak referensi yang ada dalam tulisan ini, karena pasti dalam tulisan ini banyak kesalahan. Tapi tenang saja kami akan menyajikan daftar referensi nanti dibelakang dalam DAFTAR PUSTAKA.

untuk lebih lengkapnya silahkan download link dibawah:


https://shrinke.me/bqKPxzX

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maqasid Syariah sebagai Kerangka Harmoni Sosial dalam Masyarakat Plural: Refleksi Kasus Sukabumi

BULAN MUHARRAM: DALAM PERSPEKTIF SYARIAH DAN SEJARAH ISLAM

Dakwah Bil Hikmah